Tekniksipil.net | Bersama Membangun Negeri: Artikel
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

Rekomendasi Buku-buku Teknik Sipil Lengkap yang Wajib Kamu Baca

referensi buku mahasiswa teknik sipil

Buku adalah sumber referensi yang sangat penting bagi proses perkuliahan, tak terkecuali bagi mahasiswa teknik sipil. Buku tersebut menjadi acuan mengenai semua materi yang dipelajari dalam teknik sipil. Lalu, apa saja buku teknik sipil lengkap yang wajib dibaca oleh mahasiswa jurusan ini?

Ini Dia, 5 Referensi Buku Teknik Sipil Lengkap

Banyak sekali buku pendamping yang dikhususkan untuk mahasiswa teknik sipil. Mulai dari buku berbahasa asing, sampai buku yang sudah diterjemahkan. Untuk memudahkan dalam memilih referensi, berikut ini buku teknik sipil lengkap yang paling sering digunakan.

1. Analisis dan Perancangan Fondasi I dan II

Buku Analisis dan Perancangan Fondasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian I dan II. Dibagian I membahas analisis sekaligus cara merancang pondasi dangkal dan dinding penahan tanah. Materi yang disajikan meliputi sifat-sifat tanah secara teknis, cara menyelidiki tanah, teori-teori kapasitas dukung tanah, serta perencanaan pondasi termasuk penulangannya.

Sementara bagian II mempelajari turap, pondasi tiang, dan pondasi sistem cakar ayam. Analisis dan perancangan dalam buku ini didukung oleh berbagai metode yang berdasar pada mekanisme tanah, metode empiris, dan rumus-rumus pancang. Kedua seri buku ini ditulis oleh Hary Christady Hardianto dengan nomor ISBN 978- 979-420-987-5.

2. Desain Hidraulik Bangunan Irigasi

Referensi yang satu ini juga tidak boleh dilewatkan oleh mahasiswa teknik sipil. Hal ini karena kepustakaan tentang teknologi bangunan air irigasi masih kurang. Desain Hidraulik Bangunan Irigasi ditulis oleh Erman Mawardi, Prof. R., diterbitkan oleh Penerbit Alfabeta dengan tebal 128 halaman. Buku ini menjelaskan tentang teknologi bangunan air dan bangunan irigasi.

3. Ilmu Ukur Tanah

Di dalam buku teknik sipil ini dijelaskan mengenai teknologi pengukuran dan pemetaan teritis yang dibutuhkan bagi keperluan perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan pasca pembangunan. Ilmu Ukur Tanah dikemas dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh mahasiswa.

Selain itu, buku teknik sipil ini juga memperluas khazanah pustaka yang masih terbatas. Buku ini juga diperuntukkan masyarakat luas, tidak hanya digunakan untuk keperluan akademisi, praktisi, dan pemerhati bidang surveying. Ilmu Ukur Tanah ditulis oleh Slamet Basuki dengan nomor ISBN 978-979-420-742-0.

4. Eksplorasi Teknologi dalam Proyek Konstruksi: Beton, Pracetak & Bekisting

Teknologi konstruksi mengalami perkembangan cukup pesat, oleh karena itu mahasiswa dituntut mencari metode yang dapat mengimbangi hal tersebut. Buku ini mengkaji secara komprehensif dan mendalam keilmuan terkini menyangkut aspek pengaplikasian teknologi beton pracetak, beserta aspek teknis dan ekonomisnya.

Aspek manajemen dan pengaplikasian belum banyak dibahas secara mendetail dalam buku maupun karya ilmiah lainnya. Akan tetapi Eksplorasi teknologi dalam Proyek Konstruksi: Beton, Pracetak & Bekisting mengkaji beton pracetak, perencanaan sistem terstruktur, sumber daya manusia, produksi sistem transportasi, metode erection, sistem koneksi, aspek ekonomis, komparasi pracetak- konvensional, aspek manajemen, cetakan beton, instalasi cetakan, formwork pabrik, dan formwork khusus.

5. Geologi untuk Perencanaan

Geologi untuk Perencanaan ditulis oleh Djauhari Noor yang diterbitkan oleh Graha Ilmu, dengan nomor ISBN 978979567385. Materi pokok dalam buku ini berupa peran ilmu geologi dalam perencanaan wilayah, serta aspek geologi yang berkaitan dengan kebutuhan dan manfaat sumberdaya lingkungan.

Penjelasannya disusun secara sistematis terurut dan dibagi dalam 11 bab. Teknik sipil merupakan ilmu terapan, dimana untuk tingkatan S1 lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kelas daripada di lapangan.

Oleh karena itu, mematangkan teori dan konsep ilmu dari buku teknik sipil lengkap yang ada dapat membantu memudahkan praktik di lapangan nantinya. Bagi mahasiswa teknik sipil, selamat membaca rekomendasi buku-buku tersebut ya!

Minggu, 03 Mei 2020

Keuntungan Masuk Teknik Sipil yang Harus Kamu Ketahui

keuntungan masuk teknik sipil

Salah satu jurusan yang bisa dipilih setelah lulus SMA/ SMK adalah teknik sipil. Meski selalu diidentikkan dengan jurusan yang berat dan sulit, nyatanya teknik sipil memiliki peluang kerja yang cukup luas dan juga rata-rata gaji yang tinggi. Tidak hanya sebatas itu, berikut beberapa keuntungan masuk jurusan teknik sipil yang harus diketahui.

Ini Dia Keuntungan Masuk Teknik Sipil

Berikut beberapa keuntungan masuk teknik sipil yang bisa didapatkan :

1. Mempelajari Berbagai Ilmu yang Bisa Langsung Diterapkan

Keuntungan masuk teknik sipil yang pertama adalah ilmu yang dipelajari bisa langsung diterapkan di lapangan. Ilmu yang dipelajari dalam jurusan ini diantaranya adalah rekayasa pengairan, struktur baja, struktur bangunan yang mana membuat bangunan tersebut bisa berdiri tegak, belajar tentang konstruksi, dan lain sebagainya.

Ilmu-ilmu yang sudah disebutkan tersebut, bisa dengan mudah langsung diterapkan dalam kehidupan nyata. Ilmu tersebut langsung bisa diterapkan ketika seorang lulusan teknik sipil ini terjun ke lapangan (dunia kerja).

2. Menggunakan Ilmu Pasti

Apa yang disebut ilmu pasti? Ilmu pasti merupakan ilmu yang dipelajari sudah pasti mengacu pada suatu teori tersebut, biasanya menggunakan rumus-rumus. Nah, di teknik sipil ini banyak sekali diterapkan ilmu pasti.

Mahasiswa teknik sipil akan banyak menjumpai ilmu hitung-hitungan pada saat membuat suatu rancangan bangunan. Mulai dari menghitung luas tanah yang akan digunakan untuk membangun suatu bangunan, jembatan, dan lain-lain.

Teknik sipil juga banyak bermain angka dengan berbagai operasi matematika dan rumus fisika untuk menghitung tinggi, lebar, dan luas sebuah bangunan.

3. Mampu Menciptakan Karya yang Berguna dan Bermanfaat

Untuk Masyarakat Salah satu keuntungan besar yang bisa dirasakan dari teknik sipil yaitu tentang kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat luas. Salah satu contohnya, bisa menghasilkan karya berupa bangunan jembatan.

Jembatan yang biasa ada di jalan umum, sangat berguna bukan? Dan akan sangat merasa puas apabila jembatan tersebut terdapat campur tangan diri sendiri. Dalam membangun jembatan, sangat membutuhkan ilmu teknik sipil. Mulai dari merancang desain hingga menghitung ketahanan jembatan tersebut. Menarik bukan?

4. Mengasah Kreatifitas

Selain ilmu eksak seperti hitung-hitungan, di prodi teknik sipil juga terdapat ilmu yang mengasah dan meningkatkan kemampuan seorang mahasiswa. Dimana setiap mahasiswa akan dituntut untuk membuat desain sebuah proyek bangunan, entah jembatan, bandar udara, hingga gedung- gedung kantoran pencakar langit.

Membuat rancangan tersebut berawal dari membuat rancangan bangunan (mendesain) hingga menghitung-hitung tinggi, lebar, dan lain sebagainya. Nah, dalam merancang atau mendesain bangunan inilah kemampuan kreatifitas seni menggambar mahasiswa diasah, diuji, yang lama- lama membuat kemampuan menggambar tersebut meningkat.

5. Prospek Kerja yang Menjanjikan

Pekerjaan menjadi momok utama bagi setiap lulusan sarjana. Bagi mahasiswa yang lulus dari prodi teknik sipil ini, peluang terselamatkan sangat besar. Lulusan teknik sipil sangat banyak dibutuhkan dan bahkan akan terus dibutuhkan.

Selain itu, rata-rata gaji yang ditawarkan juga tergolong tinggi. Hal tersebut terjadi karena ilmu-ilmu yang dipelajari di prodi ini sangat mudah diterapkan, mulai dari membuat rumah, jembatan, bandar udara, hingga bangunan-bangunan sentral lainnya.

Dalam membangun tersebut membutuhkan keahlian arsitek, dimana arsitek ini merupakan tembusan dari prodi teknik sipil. Setelah membaca berbagai keuntungan masuk teknik sipil di atas, tentu sudah tidak bingung dan ragu lagi untuk memantapkan diri memilih prodi teknik sipil ini bukan? Apalagi prospek kerjanya sangat banyak dan luas, sehingga tidak perlu risau.

Keunggulan lainnya, teknik sipil juga tidak hanya bisa dipelajari di universitas dalam negeri saja, akan tetapi bisa dipelajari hingga ke mancanegara.

Jumat, 24 April 2020

Menelusuri Jembatan Terpanjang di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana wilayah perairan lebih banyak dibandingkan dengan wilayah daratan. Oleh karena itu, banyak daerah di negara ini yang membutuhkan fasilitas jembatan untuk memudahkan transportasi antar pulau atau daerah. Dari sekian banyak jembatan, ada beberapa jembatan terpanjang di Indonesia yang sangat masif dan mengagumkan.

5 Jembatan Terpanjang di Indonesia

Berikut ini jembatan yang tercatat sebagai jembatan paling panjang di Indonesia:
  1. Jembatan Suramadu, Jawa Timur
  2. Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah, Sumatera
  3. Jembatan Merah Putih, Ambon
  4. Jembatan Ampera, Palembang
  5. Jembatan Barito, Kalimantan

1. Jembatan Suramadu, Jawa Timur

jembatan terpanjang suramadu
Sumber Dirga.net
Jembatan yang berada di Selat Madura ini mulai dibangun pada tahun 2003. Akan tetapi, adanya kendala dalam pembangunan mengakibatkan proyek ini molor hingga 6 tahun. Akhirnya, jembatan Suramadu diresmikan pada tahun 2009.

Seperti yang diketahui, proyek ini menghabiskan dana 4,5 Triliun Sejauh ini, Jembatan Suramadu masih tercatat sebagai jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 5348 meter, dan lebar sekitar 3,5 meter.

Jembatan suramadu mempercepat waktu tempuh Surabaya dan Madura. Jika biasanya menyeberang menggunakan kapal, menghabiskan waktu sekitar 30 menit, dengan jembatan menyeberang hanya sekitar 10 menit.

2. Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah, Sumatera

Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah
Sumber Mapio.net
Nama jembatan ini diambil dari nama permaisuri Sultan Kesultanan Siak terakhir, Sultan Sarif Kasim II, yaitu Teuku Agung Sultanah Latifah. Akan tetapi, sebagian besar orang menyebut jembatan Siak karena namanya cukup sulit dilafalkan.

Pembangunan jembatan ini lumayan lama, mulai dari tahun 2001 hingga diresmikan pada 11 Agustus 2017. Jembatan Tengku Sultanah Latifah memiliki panjang 1196 meter dan lebar 16,95 meter. Sementara ketinggiannya mencapai 23 meter di atas permukaan air.

3. Jembatan Merah Putih, Ambon

Jembatan Merah Putih ambon
Sumber Jejakpiknik.com
Jembatan yang berdiri megah ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Maret 2013. Berbeda dengan jembatan lainnya, jembatan ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu jembatan pendekat di desa Poka dengan panjang 520 meter, jembatan di desa Gala sepanjang 320 meter, dan jembatan utama sepanjang 300 meter.

Secara teknis, panjang jembatan Merah Putih adalah 1140 meter. Pembangunan jembatan ini menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp. 779,2 miliar. Adanya jembatan ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional kendaraan dan mempercepat jarak tempuh Kota Ambon menuju Bandara Pattimura.

4. Jembatan Ampera, Palembang

jembatan ampera palembang
Sumber Id.wikipedia.org
Keberadaan jembatan ini tidak tergolong baru, Jembatan Ampera dibangun pada tahun 1962. Diresmikan oleh Letjen Ahmad Yani pada tahun 1965. Jembatan yang memiliki panjang 1117 meter dengan lebar 22 meter ini pernah menyandang predikat terpanjang se Asia Tenggara.

Jembatan ini juga merupakan jembatan paling canggih pada masanya. Dapat dikatakan jembatan pertama yang bagian tengahnya dapat diangkat, agar tiang kapal tidak tersangkut saat menyeberang. Bukan hanya itu, Jembatan Ampera mempengaruhi perekonomian masyarakat Seberang Ilir dan Ulu.

5. Jembatan Barito, Kalimantan

Jembatan Barito Kalimantan
Sumber Fotokita
Kalimantan merupakan pulau yang paling banyak memiliki wilayah perairan. Di daerah ini banyak ditemukan jembatan penghubung antara satu daerah dengan daerah lain. Salah satunya adalah Jembatan Barito yang menghubungkan Banjarmasin dengan Kapuas.

Jembatan ini memiliki nama asli Jembatan Rumpiang, hanya karena sungai ini berada di sungai Barito masyarakat lebih suka menjuluki Jembatan Barito. Jembatan ini diresmikan pada 24 April 1997, memiliki panjang 1082 meter dan melintasi sungai dengan lebar 800 meter.

Sejauh ini, itulah 5 jembatan terpanjang di Indonesia yang masih belum tergeser posisinya. Dengan adanya berbagai jembatan tersebut, daerah yang dipisahkan oleh perairan bisa menjadi mudah aksesnya dan bisa mempercepat laju ekonomi bangsa ini.

Artikel

Tutorial

Lowongan Kerja